Antara Baju Koko, Muslim

img

Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan baju muslim itu?


Budaya dan persepsi yang telah terbentuk selama ini mengkategorisasikan baju muslim sebagai baju berjenis kemeja, tanpa kerah atau berleher chang I, kebanyakan beratribut bordir / sulam mekipun ada juga yang polos. Warnanya juga makin beragam walaupun awalnya masih didominasi oleh warna putih.

Sedikit banyak inilah apa yang disebut dengan baju muslim Indonesia.

Insya Allah tidak ada yang salah dengan persepsi dan budaya ini. Karena mengacu pada Alquran dan hadis, tidak ada spesifikasi khusus mengenai apa yang disebut dengan baju yang dipakai oleh umat atau baju muslim itu. Selama pakaian tersebut mampu memenuhi dua kategori utama yaitu menutupi aurat serta tidak berlebih lebihan maka ia sudah layak untuk diberi label baju muslim. Diluar dua kategori utama ini sebenarnya masih banyak kategori kategori khusus lainnya yang belum akan kita bahas disini, mengingat banyaknya perbedaan perbedaan pandangan. Wallahu a’lam 


Sebenarnya ada baiknya juga kita memiliki atribut baju muslim sendiri, berbeda dengan gamis yang berakar dari budaya arab misalnya. Karena ia bisa berfungsi sebagai identitas, pembeda, ciri khas muslim Indonesia. Sesuatu yang bisa dikembangkan lebih jauh menjadi komoditas budaya Indonesia yang suatu saat bisa mendunia. Seperti halnya batik.

Indonesia adalah salah satu negara dengan penduduk muslim terbanyak secara statistik, maka sudah sewajarnya pula jika kita memiliki produk muslim tersendiri yang bisa menginspirasi saudara saudara kita dari bangsa bangsa lainnya. Menjadi trademark, produk cenderamata lalu pada akhirnya trend global.

Bukankah Allah menjadikan kita berbangsa – bangsa dan beragam suku justru agar kita saling mengenal, bersilaturahmi satu sama lain ? (QS. 49:13)



Dibalik sejarah baju muslim, baju koko, baju takwa


Baju muslim sering juga disebut dengan baju koko ataupun baju takwa.

Banyak cerita yang mengemuka dibalik nama baju koko maupun nama baju takwa ini. Ada yang menghubungkan sejarah nama baju koko dengan kedatangan laksamana Cengho, seorang china muslim utusan Kaisar Yong le di semarang. Dimana baju koko dikaitkan dengan seragam laksamana sang laksamana yang diperkirakan berbaju khas bangsa china dengan leher chang’i. Sebagian besar cerita dibalik sejarah baju koko memang berkaitan bangsa China. Karena secara sepintas baju koko memang mirip dengan cheongsam, pakaian tradisional bangsa China.

Satu sumber cerita yang ilmiah bisa dikutip dari  pendapat budayawan Remy  Sylado dan sejarawan JJ.Rizal, bahwa baju koko berasal dari pakaian thui kim yang sering dipakai oleh pria keturunan Tiong Hoa jaman dulu. Sebutan baju koko berasal dari panggilan engkoh engkoh yang  dialamatkan pada pria paruh baya pemakai thui kim tersebut., yang kemudian teredusir menjadi koko saja.


Nah, hubungannya dengan baju takwa apa??


Meskipun mirip secara bentuk namun secara filosofis baju koko dan baju takwa adalah dua entitas yang berbeda.

Sejarah mencatat, baju takwa berakar dari baju surjan, yang berasal dari bahasa arab Siraajan yang berarti pelita, lampu

Baju surjan adalah pakaian tradisional jawa yang sarat makna. Mulai dari pola sampai letak dan jumlah kancingnya mengandung nilai nilai ajaran islam yang kental.

Beberapa sumber menyebut bahwa baju takwa ini adalah hasil kreasi wali songo. Meskipun ada juga yang menyebut bahwa baju surjan diadopsi menjadi baju takwa pertama kali oleh sunan kalijaga. Suatu hal yang tidak mustahil mengingat Sunan Kalijaga termasuk salah satu tokoh penyebar agama islam yang memiliki cara cara kreatif dalam syiar dakwahnya. Seperti memasukkan unsur unsur islam dalam pagelaran wayang sampai menciptakan lagu ilir ilir.


Baju muslim seperti yang kita kenal saat ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari baju takwa tersebut.

Suatu kreasi budaya sebagai implementasi surah Al-Araf ayat 26 :

“Hai anak adam, sesungguhnya kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda tanda kekuasaan Allah, mudah mudahan mereka selalu ingat”

Sebuah pakaian yang diharapkan membuat kita selalu teringat padaNya. Pada nikmat yang telah diberikanNya, pada tanda tanda kekuasaanNya.


Pertanyaan berikutnya adalah, kalau ada baju muslim tentunya ada juga busana muslim. Sebagai padanan pelengkap jika dilihat dari kategori fashion secara komprehensif.


Sayangnya ada salah kaprah dalam istilah busana muslim saat ini. Busana muslim yang secara etimologi harafiah harusnya berarti fashion yang diperuntukkan untuk muslim [laki laki] saat ini justru lebih populer sebagai busana yang diperuntukkan untuk muslimah [perempuan]. Padahal seharusnya istilah yang tepat untuk menggambarkan pakaian untuk muslimah [perempuan] adalah busana muslimah ?

Disatu sisi salah kaprah ini bisa diartikan positif, bahwa busana muslim [laki laki] Insya Allah masih menyimpan potensi yang besar untuk berkembang. Terutama bagi yang berniat untuk mandiri dengan berdagang, maka mari berdagang!